Hari Kedua Latihan, Iran Ancam Kebodohan Israel

Selasa, November 24



TEHERAN – Teheran memulai hari kedua latihan udara besar-besarannya dengan sebuah peringatan keras bagi Tel Aviv: Pesawat perang Israel akan jatuh dan hancur berkeping-keping jika mereka keluar dari garis batas.

Israel secara rutin mengancam akan mengebom situs nuklir Iran, berdalih bahwa aktivitas pengayaan negara itu adalah sebuah ancaman bagi Tel Aviv, namun ironisnya Israel dilaporkan memiliki 200 kepala nuklir di wilayahnya.

Ancaman itu diulangi minggu lalu ketika Gabi Ashkenazi, pimpinan staf angkatan bersenjata Israel, memberikan sinyal kuat akan datangnya serangan terhadap Iran.

Sebagai respon terhadap serangan itu, Amir Ali Hajizadeh, Komandan Pasukan Udara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), mengancam bahwa Israel akan membayar mahal jika memutuskan untuk melakukan “kebodohan” semacam itu.

“Satu langkah saja keluar dari garis dan pesawat Israel akan hancur sepenuhnya,” ujar Hajizadeh, menjelaskan bahwa Iran akan memusnahkan pesawat jet F-15 dan F-16 Israel, jika negaranya diserang.

“Bahkan jika mereka lolos dari sistem pertahanan kami yang canggih, mereka tidak akan pernah melihat markasnya lagi karena rudal darat kami siap menarget markas militer Israel,” tambahnya.

Hajizadeh membuat komentar itu pada hari kedua dari manuver udara selama lima hari yang disebut Sky of Velayat 2.

Manuver, yang dimulai pada hari Sabtu dan disebut-sebut sebagai yang terbesar di Iran, melibatkan semua unit pasukan pertahanan Iran, termasuk militer, IRGC, dan Angkatan Udara.

Bertujuan mengasah kemampuan pertahanan udara Iran melawan setiap potensi serangan terhadap pembangkit nuklirnya, latihan itu akan mencakup area yang sangat luas mulai dari bagian barat laut negara tersebut hingga ke selatan.

Di luar itu, Hajizadeh mengatakan bahwa penyelidikan tentang kegagalan Rusia mengirimkan rudal S-300 di bawah kesepakatan yang telah ditandatangani sebelumnya tidak berarti Iran benar-benar membutuhkan sistem itu untuk melindungi wilayah udaranya.

“Militer dan angkatan bersenjata Iran hanya meminta penjelasan mengapa Kremlin menolak mengirimkan sistem anti-pesawat S-300, yang menurut laporan tak resmi bernilai sekitar USD 800 juta,” ujarnya.

Keengganan Rusia disebut-sebut terkait dengan penentangan keras Israel terhadap kesepakatan itu.

Sebelumnya, pada bulan November lalu, Vahidi mengkritik Rusia atas penundaan terus menerus tersebut, ia mengatakan bahwa Moskow memiliki kewajiban kontrak untuk mengirimkan sistem tersebut kepada Iran.

Rusia juga molor dari jadwal dalam peluncuran pembangkit nuklir Bushehr, yang berlokasi di sebelah tenggara Iran.

Pembangkit tersebut sejatinya dijadwalkan untuk selesai pada tahun 1999, namun penyelesaian proyek tersebut terus saja ditunda, dan bahkan setelah sepuluh tahun, Moskow masih juga menunda peluncuran fasilitas tersebut.

Rusia selalu berdalih bahwa alasan penundaan berkepanjangan tersebut adalah “masalah teknis”, Rusia menampik tudingan bahwa penundaan tersebut mengandung motif politik.

Spekulasi bahwa Israel dapat mengebom Iran mengemuka sejak Israel melakukan latihan udara berskala besar tahun lalu. Pada pekan pertama bulan Juni 2008. 100 unit pesawat F-15 dan F-16 Israel dilaporkan turut ambil bagian dalam latihan melintasi kawasan Mediterania dan Yunani, yang banyak diinterpretasikan sebagai sebuah latihan untuk menyerang fasilitas nuklir Iran. [adm/suaramedia]


Jerman Siapkan Kontrak Perjanjian Dengan Muslim Baru

BERLIN - Pemerintah Jerman sedang merencanakan sebuah ‘kontrak integrasi’ untuk mengikat para imigran Muslim yang baru datang di negara Eropa Tengah ini terhadap nilai-nilai Jerman.

“Kami akan membuat kontrak dengan imigran-imigran baru,” ujar Komisaris Imigrasi, Maria Boehmer, kepada harian Stuttgarter Nachrichten pada hari Senin, 23 November.

“Dalam kontrak itu tidak hanya berisi bantuan dan dukungan apa yang dapat mereka peroleh, tapi juga apa yang dapat kami terima dari mereka.”

Boehmer mengatakan bahwa kontrak itu akan mencakup nilai-nilai Jerman yang harus dipatuhi oleh para pendatang baru, termasuk kebebasan berbicara dan kesetaraan gender.

“Semua orang yang ingin tinggal dan bekerja dalam jangka waktu lama di sini harus mengatakan ‘Ya’ terhadap negara kami,” ujar Boehmer, anggota partai Demokrat Kristen konservatif.

“Termasuk dalam hal ini adalah kelancaran berbahasa Jerman dan kesiapan untuk ambil bagian dalam masyarakat.”

Sebagai gantinya, para imigran dapat mengharapkan bantuan dan dukungan yang mereka butuhkan.

Tahun lalu, pemerintah Jerman memperkenalkan sebuah tes tentang fakta-fakta kunci negara Jerman untuk calon warga negara.

Boehmer menyerukan agar kisah sukses para imigran di negara tersebut dipublikasikan dengan cara yang lebih baik lagi.

“Juga harus ada sebuah diskusi mengenai siapa yang memiliki ijazah SMA, siapa yang sedang menempuh pendidikan, memulai perusahaan, atau menjadi insinyur, dokter, dan pengacara.”

Ia mengatakan bahwa para Muslim pendatang itu adalah bagian dari kesuksesan perekonomian Jerman.

Komisaris mengakui bahwa pendatang yang memiliki keahlian penting untuk memelihara keberhasilan negara Eropa tengah itu.

Jerman harus menjadi lebih menarik untuk memberinya “keahlian yang akan memungkinkan kita untuk memastikan peran terdepan perekonomian kita di pasar dunia,” ujarnya.

“Kita juga harus memastikan bahwa kita memanfaatkan potensi para imigran yang tinggal di sini,” ujar Boehmer.

“Untuk itu, kami memerlukan pengajaran bahasa yang bagus, sekolah, dan pengakuan kualifikasi dari luar negeri yang lebih baik.”

Jerman memiliki populasi imigran dan keturunannya sebesar 15.1 juta jiwa, dari total populasi 82 juta.

Orang Turki, yang telah tinggal di Jerman selama 50 tahun, adalah kelompok imigran etnis terbesar dengan jumlah 2.8 juta. Mereka merupakan mayoritas dari 3.5 juta minoritas Muslim di Jerman. [adm/suaramedia]

Setelah 17 Tahun, Dalang Penghancuran Masjid Babri Terkuak


Sejumlah tokoh nasional India yang sekarang menjadi pejabat penting di pemerintahan terlibat dalam insiden penghancuran Masjid Babri di Ayodhya yang terjadi pada 6 Desember 1992. Hal itu terungkap setelah hasil laporan Komisi Penyelidik Liberhan yang menyelidiki insiden itu bocor ke publik.

Laporan Liberhan menyatakan bahwa penghancuran Masjid Babri oleh kelompok ekstrimis Hindu adalah bagian dari konspirasi, bukan tindakan spontan tapi sengaja dilakukan dan sudah direncanakan terlebih dulu. Konspirasi untuk menghancurkan masjid itu, menurut laporan tersebut, melibatkan sejumlah pucuk pimpinan dari partai BJP-partai yang berkuasa di India saat ini-antara lain mantan perdana menteri Atal Behari Vajpayee, pimpinan oposisi LK Advani dan mantan presiden BJP Murli Manohar Joshi.

Sekelompok Hindu militan pada Desember 1992 menyerbu dan menghancurkan Masjid Babri yang sudah berdiri sejak abad ke-16. Mereka mengklaim masjid itu dibangun di atas tempat kelahiran salah satu dewa India, Dewa Rama. Insiden ini memicu pertikaian komunal antara warga Hindu dan Muslim di India. Lebih dari 2.000 orang, kebanyakan Muslim, tewas dalam pertikaian tersebut.

Sepuluh hari setelah insiden penghancuran Masjid Babri, dibentuk Komisi Liberhan yang baru menyelesaikan laporannya 17 tahun tahun kemudian dan baru diserahkan pada tanggal 30 Juni kemarin. Laporan itu menyebutkan keterlibatan sejumlah tokoh nasionalis Hindu dan menuding bahwa gubernur wilayah Ayodhya tidak melakukan tindakan yang cukup untuk menghentikan aksi kelompok Hindu militan yang menyerbu masjid itu.

Laporan Liberhan yang dilansir media lokal mengguncang parlemen India dan membuat gerah tokoh-tokoh nasionalis Hindu yang saat ini menjadi pejabat penting di pemerintahan India. Pemerintah India, secara resmi belum mengeluarkan pernyataan tindak lanjut apa yang akan dilakukan atas laporan Liberhan dan terhadap mereka yang diklaim terlibat dalam insiden Masjid Babri. [adm/eramuslim]

Al Shabab Rebut Kota Selatan Somalia


MOGADISHU - Al Shabab Mujahidin memberikan keterangan pada hari Minggu (22/11) bahwa pihaknya telah mengambil alih kota selatan Afmadow tanpa perlawanan.

Kota yang terletak di wilayah Lower Juba itu sebelumnya dikuasai oleh Hizbul Islam, tetapi menurut laporan, Hizbul Islam telah menarik diri tanpa perlawanan.

Al Shabab menginginkan pemberlakuan hukum-hukum Islam yang ketat di seluruh negeri.

Warga setempat mengatakan bahwa mereka menyaksikan segerombolan Al Shabab bersenjata lengkap berpatroli di pusat kota dengan truk.

Selain itu, beberapa organisasi non-pemerintah telah menutup kantornya dan menghentikan semua pekerjaan penting di wilayah tersebut. Beberapa stafnya telah meninggalkan kota. [adm/arrahmah]

Mirip Orang Muslim, Pendeta Dihajar


Senin malam (9/11) Jasen Bruce, seorang anggota marinir cadangan, sedang mengambil pakaiannya dari bagasi mobil ketika seorang pria berjenggot dan berjubah mendekatinya.

Pria itu, seorang pendeta Orthodoks Yunani bernama Alexios Marakis, hanya bisa sedikit bahasa Inggris dan tersesat. Ia ingin menanyakan arah jalan. Demikian keterangan polisi.

Namun, yang dia dapat adalah kunci ban besi yang dipukulkan ke kepalanya. Ia lalu dikejar sejauh tiga blok dan akhirnya dijepitkan ke tanah, sementara si marinir menelepon operator 911, mengatakan bahwa dia menangkap seorang teroris.

Polisi mengatakan, Bruce mengemukakan beberapa alasan mengapa dia melakukan hal itu.

Pria tersersebut berusaha merampoknya.

Pria itu menyentuh selangkangannya dan menawarkan hubungan seksual secara terang-terangan dalam bahasa Inggris yang fasih.

Pria itu meneriakkan "Allahu Akbar", kata yang sama, yang menurut sejumlah saksi peristiwa Fort Hood diucapkan oleh tersangka pelakunya.

"Itulah yang mereka katakan, sebelum akhirnya Anda marah," kata polisi memaparkan laporan Bruce.

Bruce akhirnya ditahan dengan tuduhan melakukan pemukulan dengan senjata mematikan. Ia dibebaskan esok harinya dengan jaminan USD 7.500. Tapi ia tidak mengucapkan kata maaf.

Sementara itu, Marakis terbaring di rumah sakit dengan beberapa jahitan. Katanya ia tidak ingin menuntut, seraya menyitir ayat dari Bibel tentang memaafkan.

Seusia

Bruce dan Marakis hanya berbeda usia satu tahun, namun mereka tinggal dan menjalani hidup di dunia yang berbeda.

Pendeta Michael Eaccarino dari Kathedral Yunani Orthodoks St. Nicholas di Tarpon Springs mengatakan, Marakis yang berusia 29 tahun memasuki biara Yunani sejak remaja dan menjadi pendeta sembilan tahun lalu. Ia belajar teologi di Holy Cross, sebuah sekolah Orthodoks Yunani di Massachusetts. Ia pergi ke Tarpo Springs dalam rangka menyelesaikan tesis gelar masternya. Marakis juga sudah mengucapkan sumpah untuk membujang.

Menurut Eaccarino, pemuda itu tersesat setelah memberikan ceramah kepada orang-orang jompo di sebuah panti.

Jasen Bruce, 28 tahun, mendaftar jadi marinir cadangan pada usia remaja. Ia diberhentikan dengan hormat setelah merampungkan masa kontraknya, tapi kemudian pada bulan Maret ia mendaftar lagi. Bruce belum pernah ditugaskan ke Irak atau Afghanistan, demikian menurut seorang jurubicara Korps Marinir. Ia menikah bulan lalu dengan mengenakan seragam militer lengkap.

Bruce bekerja sebagai seorang manajer penjualan perusahaan farmasi APS di Palm Harbor. Situs blognya dipenuhi dengan tulisan tentang berbagai manfaat hormon pertumbuhan dan testosteron. Tahun 2007 ia pernah didakwa melakukan tindakan kriminal ringan karena melompat ke sebuah truk derek dan menghajar pengemudinya. Di pengadilan ia tidak mengajukan pembelaan.

Bruce memamerkan otot-ototnya dalam banyak foto yang dipasang di blognya.

Lain versi

Laura McElroy, jurubicara kepolisian wilayah Tampa menjelaskan kejadian sebenarnya yang tertangkap kamera pengawas.

"Anda lihat seorang pria yang sangat pendek, kecil berlari, dan seorang laki-laki besar, berotot mengejarnya."

Polisi menceritakan peristiwa yang terjadi pada Senin pukul 6.35 malam itu.

Alat GPS yang dimiliki si pendeta menunjukkan arah yang salah, sehingga ia tersesat ke Interstate 275 menuju pusat kota Tampa. Ia mengikuti mobil-mobil hingga sampai di garasi apartemen Seaport Channelside, untuk meminta tolong.

Ia melihat ada Bruce, yang posisinya sedang menghadap ke belakang, merunduk ke bagasi mobilnya. Lalu Marakis menepuk pundak Bruce sebelum mengucapkan kata "please" dan "help" dalam bahasa Inggris yang terbata-bata.

Seketika itu pula Bruce meraih kunci ban besi. Kata polisi, setelah mengejar dan menangkap Marakis, Bruce memukul pendeta itu empat kali.

Beberapa jam setelah dibebaskan dari penjara Orient Road pada hari Selasa, Bruce hanya berdiri dan diam ketika pengacaranya, Jeff Brown, memaparkan cerita menurut versinya.

Pria berjenggot itu mengenakan jubah dan sandal dan menerobos batas garasi. Tiba-tiba orang asing itu mengatakan ajakan melakukan hubungan seksual sambil meraba alat kelamin Bruce. Anggota marinir itu lalu berusaha membela diri. Ia kemudian menelepon 911 setelah mengejar pria asing tersebut.

Kata Brown, awalnya polisi menyebut Bruce sebagai "pahlawan" dan mengatakan pendeta itu "menderita gangguan jiwa."

Ia menilai polisi berpihak pada salah satu pihak, dan ia meminta agar kepolisian memeriksa seorang sersan yang mengeluarkan kata-kata hinaan menyangkut latar belakang Bruce sebagai anggota militer.

Polisi mengatakan, sersan yang dimaksud itu juga seorang veteran militer. Mereka mengatakan, pendeta itu dalam keadaan bingung kehilangan arah ketika ditemukan di pojok antara jalan Madison dan Meridian. Seorang penerjemah di Rumah Sakit Umum Tampa membantunya berkomunikasi. Alat GPS milik pendeta itu memperkuat cerita yang dikemukakannya.

Ketika polisi tiba di kediaman Bruce pukul 1.30 malam, sebelum mereka menjelaskan tuduhannya, ternyata Bruce sudah memanggil seorang pengacara.

Stasiun-stasiun televisi pada hari Selasa (10/11) menayangkan foto Marakis serta melaporkan cerita kejadian menurut versi Bruce. Jika pendeta itu menyaksikan, ia pasti tidak akan mengerti.

Seorang pria bernama Jerry Theophilopoulos mengunjungi Marakis di rumah sakit. Ia seorang pengacara, bisa bahasa Yunani dan dulu juga pernah menjadi anggota gereja yang sama. Ia menceritakan kepada Marakis apa yang telah dikemukakan oleh Bruce. Marakis hanya bisa tertegun. Matanya melotot. Ia bilang itu bohong. [adm/hidayatullah]

Calon Dubes Israel Untuk Mesir Ternyata Anak Seorang Mata-Mata


Pejabat kementrian luar negeri Israel pada hari Senin kemarin (23/11) mengatakan bahwa calon duta besar Israel untuk Mesir yang baru adalah anak seorang mata-mata Israel yang telah divonis untuk mendapatkan hukuman mati namun dapat lepas dari jeratan hukuman tersebut karena pertukaran tawanan.

Pencalonan Yitzhak Levanon (65 tahun) secara formal telah disetujui kata pejabat kementrian luar negeri Israel yang tidak mau disebutkan namanya itu.

Fasih dalam berbahasa Arab, Levanon sendiri lahir di Lebanon dimana dirinya sekarang tinggal bersama ibunya yang telah berumur 92 tahun yang mempunyai catatat "kelam" karena pernah ditangkap dan disiksa serta dijatuhi hukuman mati pada tahun 1961 setelah dinyatakan bersalah sebagai mata-mata Israel selama 14 tahun di Lebanon, kata pejabat tersebut menambahkan.

Ibu Levanon dibebaskan pada tahun 1967 sebagai bagian dari pertukaran tawanan setelah peristiwa perang enam hari antara Israel dan tetangga Arabnya pada tahun itu. Dan ibunya sekarang tinggal di Yerusalem.

Levanon telah dipersiapkan untuk menggantikan duta besar Israel untuk Mesir yang lama - Shalom Cohen yang telah menjabat dengan mendapat periode ekstra, karena belum mendapatkan calon pengganti dirinya.

Levanon baru-baru ini menjabat sebagai duta besar Isral untuk PBB di Jenewa dan dirinya juga merupakan direktur dari kementerian luar negeri Israel pada divisi media. [adm/eramuslim]

Presiden Israel ke Mesir Berunding dengan Mubarak

Senin, November 23

JERUSALEM -- Presiden Israel Shimon Peres, Minggu bertolak ke Kairo untuk berunding dengan sejawat Mesirnya Hosni Mubarak mengenai perundingan perdamaian Timur Tengah yang macet itu, kata juru bicaranya. "Peres menurut rencana akan bertemu dengan Presiden Mesir Hosni Mubarak di Kairo Minggu petang," kata juru bicara Peres Ayelet Frish. "Ia akan kembali ke Israel Minggu malam."

Kedua pemimpin itu akan membicarakan "perkembangan terbaru di Timur Tengah serta usaha-usaha untuk mempercepat proses perdamaian antara Israel dan Palestina," katanya. Kedua pemimpin itu menurut rencana akan mengeluarkan sebuah pernyataan pers setelah pertemuan mereka dan kemudian menghadiri jamuan makan siang dengan para pejabat pemerintah dan keamanan Mesir, katanya.

Peres, 86 tahun bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu Jumat untuk membicarakan masalah-masalah yang ia akan sampaikan dalam pertemuannya dengan Mubarak, 81 tahun. Media Israel memberitakan diskusi-diskusi itu akan menyinggung perundingan yang ditengahi Jerman bagi pertukaran tahanan antara Israel dan kelompok Hamas yang menguasai Jalur Gaza.

Perjanjian itu akan menyangkut pembebasan tentara Israel Gilad Shalit, yang ditangkap para pejuang Gaza Juni 2006 dengan imbalan bagi pembebasan ratusan tahanan Palestina di penjara-penjara Israel. Media Israel juga memberitakan Peres akan mengajukan kemungkinan pembentukan sebuah negara Palestina dengan perbatasan-perbatasan sementara pada saat kedua pihak melakukan perundingan-perundingan mereka. Usul seperti di masa lalu ditolak oleh Palestina.

Pemerintah Presiden Amerika Serikat Barack Obama telah berjuang tetapi gagal selama berbulan-bulan agar kedua pihak memulai kembali perundingan perdamaian yang terhenti akibat perang Gaza tahun lalu, di tengah-tengah ketidak sepakatan yang mendalam mengenai masalah yang mengganjal yaitu permukiman Yahudi di wilayah Palestina yang diduduki Israel. [adm/republika]

Pejuang Palestina Sepakat Untuk Sementara Hentikan Serangan Roket ke Israel


Sayap militer Hamas pada hari Ahad kemarin (22/11) mengumumkan bahwa kelompok-kelompok pejuang Palestina di jalur Gaza telah menyelesaikan kesepakatan untuk sementara berhenti menembakkan roket-roket mereka ke Israel, namun mereka juga mengatakan bahwa mereka akan tetap memberikan "tanggapan" terhadap serangan Israel yang kebetulan terjadi pada hari Ahad kemarin yang mencederai sedikitnya tujuh warga Palestina.

"Perjanjian antara Brigade Izzuddin Al-Qassam dan faksi-faksi lain untuk menghentikan serangan roket ke Israel bukanlah tanda kelemahan," kata kelompok tersebut dalam sebuah pernyataan.

Perjanjian tersebut bertujuan "untuk bersama-sama menjaga internal terdepan dan kepentingan nasional tertinggi bagi rakyat Palestina."

Namun mereka juga memperingatkan, bahwa mereka akan tetap menanggapi setiap serangan Israel di wilayah Gaza.

"Brigade Al-Qassam tidak akan berdiri santai dalam kasus eskalasi serangan Zionis terhadap Gaza dan akan membela diri dengan segala kekuatan kami."

Pernyataan itu dikeluarkan sehari setelah sebuah roket ditembakkan ke Israel dari Gaza, mendarat tanpa menyebabkan cedera atau kerusakan, dan beberapa jam setelah serangan itu tentara Israel membalas dengan tiga serangan udara yang melukai delapan orang Palestina.

Seorang jurubicara militer Israel mengatakan salah satu serangan mereka telah menargetkan sebuah pabrik di Gaza pusat yang digunakan untuk membuat senjata. Sedangkan warga Palestina mengatakan bahwa target serangan Israel adalah sebuah pabrik pengecoran logam.

Pekerja medis Palestina dan para saksi mengatakan sasaran lainnya termasuk sebuah kafilah di utara Jalur Gaza dan terowongan bawah tanah di wilayah selatan di bawah perbatasan dengan Mesir.

Hal ini menandai kekerasan terbaru di sepanjang perbatasan Gaza, yang sebagian besar telah tenang sejak perang yang diluncurkan Israel lewat serangan udara, darat dan laut jalur di Gaza pada 27 Desember lalu yang menghasilkan pembunuhan lebih dari 1.400 orang Palestina. [adm/eramuslim]